6 Alternatif Penanganan Jenazah yang Ramah Lingkungan
Frengkykoraag - Selama ini, ketika seseorang meninggal dunia, cara penanganan jasad kerabat yang meninggal tidak selalu ramah lingkungan.
Tubuh yang meluruh dalam peti mati atau tanah dapat menghasilkan gas metan dalam jumlah besar, padahal gas itu termasuk dalam gas rumah kaca (greenhouse gas, GHG) yang berbahaya.
BACA JUGA
Dalam beberapa kebiasaan, formaldehida -- dikenal luas sebagai formalin -- dipergunakan untuk mengawetkan jenasah untuk sementara waktu. Jelaslah ini bukan praktik penguburan yang berkelanjutan bagi Bumi.
Dikutip dari Business Insider pada Senin (31/10/2016) pagi, sebenarnya ada beberapa cara untuk mengenang kerabat yang meninggal dalam cara yang tidak terlalu membahayakan bagi planet ini:
1. Mengubah jasad menjadi tanaman
Anna Citelli and Raoul Bretzel, dua perancang dari Italia, mengembangkan suatu praktik pemakaman berkelanjutan bagi Bumi. Dengan cara mereka, jasad manusia dijadikan makanan bagi pohon.
Menggunakan Capsula Mundi, jasad manusia dikubur dalam posisi seperti janin dalam cangkang berbentuk telur yang akan terdegradasi secara biologis.
Saat cangkang berisi jasad dimasukkan dalam tanah, di atasnya akan ditaruh benih pohon. Tujuannya, ketika cangkang mulai meluruh, jasad itu menjadi mineral yang memberi makan kepada tanaman.
Bretzel dan Mundi berharap agar cara mereka dapat mengubah TPU menjadi "hutan suci".
1 dari 6 halaman
Selanjutnya: 2. Es Kering
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1389935/original/009819300_1477884238-_0__Capsula_Mundi_via_FB.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar